“Tanganmu menggenggam sebuah amplop kecil, jika kamu menginginkan amplop yang lebih besar, maka lepaslah genggaman tanganmu dari amplop kecil itu, agar amplop yang lebih besar mampu kau genggam.”
FaUZaNeVVa, At Great Nothing
“Tanganmu menggenggam sebuah amplop kecil, jika kamu menginginkan amplop yang lebih besar, maka lepaslah genggaman tanganmu dari amplop kecil itu, agar amplop yang lebih besar mampu kau genggam.”
FaUZaNeVVa, At Great Nothing
Seorang pemuda yang kebingungan bertanya kepada seorang bijak, “Mengapa hidup Saya susah dan penuh derita, padahal Saya senantiasa dekat dengan Tuhan agar Ia menemaniku karena Ia Maha Kaya. Dia juga tidak pelit, bukanlah begitu? Namun mereka yang kaya justru rata-rata budak dunia dan setan. Mengapa demikian?”
Orang tua bijak itu menjawabnya, “Bukankah kamu menginginkan Surga sepeti yang dijanjikan oleh Tuhan? Apakah kamu akan cukup jika Surgamu hanya sebatas dunia ini saja? Saya yakin Surgamu jauh lebih baik dari kesenangan dan keindahan dunia ini. Kamu akan paham mengapa hidupmu di dunia tak begitu nyaman.”
Pemuda itu menangis dan terduduk lemas.
FaUZaNeVVa, At Nightmare
Saya Seorang pemuda gila, suatu saat Ia mabuk dan terkapar.
Ia bertanya, “Malam ini hujan tidak turun, tapi mengapa tak ada bintang di langit?”
Seseorang yang entah siapa menanggapinya, “Apakah kamu buta? Yang kamu pandang itu tanah bukannya langit, dasar orang gila.”
Dan Ia sadar bahwa Ia telah salah memandangi sesuatu.
Saya Seorang pemuda gila, suatu saat Ia mabuk dan terkapar.
Ia bertanya, “Malam ini hujan tidak turun, tapi mengapa tak ada bintang di langit?”
Seseorang yang entah siapa menanggapinya, “Apakah kamu buta? Yang kamu pandang itu tanah bukannya langit, dasar orang gila.”
Dan Ia sadar bahwa Ia telah salah memandangi sesuatu.
Seorang wanita bergumam, “Manusia diciptakan tak pernah luput dari dosa.”
Seorang pemuda gila yang agak waras menyanggahnya, “Kamu tentu mengenal air tawar, apakah Ia berasa pahit sebelum kamu memberinya rasa pahit. Apakah Ia berasa manis sebelum kamu memberinya pemanis?
Kita terlahir sebagai manusia yang sangat polos, bayi yang tak mengenal dan tak mengalami apapun. Kita memiliki dosa karena kita membuatnya.
Apakah kamu pikir dosa-dosamu dibuat/diberi oleh orang lain, seperti kamu mengira Tuhan telah memberimu dosa bahkan ketika kamu baru saja lahir?”