Siang dan malam, terjadinya hal-hal di luar hukum perkiraan
Saat Saya menembus batas, 3 hari tak memejamkan mata
Bisikan semesta yang seolah mengajariku sesuatu:
“Jangan lagi menghitung waktu, jangan lagi memahami bahasa, jangan lagi berpikir manusiawi, jangan lagi mempercayai hari kehancuran, jangan lagi berkomunikasi dengan manusia lain, jangan lagi takut kelaparan, jangan lagi merasa kedinginan, jangan lagi menginginkan tidur, jangan lagi mengenal dunia, dsb.”
Hati nuraniku kian terdesak, adakah semesta mengajakku memasuki dimensi lain, ataukah Ia memberiku sebuah tanda akan adanya perubahan
Hukum Quantum yang selekasnya akan habis masa pakai, dan hukum Newton yang tak lagi mengubah suatu bentuk
Apakah ini sebuah pencerahan, ataukah tanda kegilaan dalam diri Saya?
(Di tulis setelah mengalami mimpi/tidur panjang hampir selama 12 jam, dan terbangun pada tengah malam. Hari itu…)
anonymous berkata,
3 Juli 2008 @ 10:57 pm
Yan
Kapan Ya Nyong BIsa Memliki Suatu Cinta
San Cinta Kui Bener Bener Tullus Karo Nyong
Tanpa ADa PEnghianatan
FaUZaNeVVa berkata,
4 Juli 2008 @ 4:24 am
Cinta kwe apa si ya? Cinta kwe maknane mengandung kontroversi nang dunia lho.
Sengertiku (seuwise ngrasani) cinta kwe sifate lepas bebas. Dadi ora mawa ana rasa khawatir, kangen, cemburu, dsb. Soale nek sesuatu ka dianggep cinta padahal malah gawe rubes, derita, dsb. kwe malah beban.
Juga nek cinta macam cemburu, khawatir, prasangka, rindu berlebihan kwe cenderung mirip suatu kegila-gila’an.
Contoh: Aku ki cinta kambi manuk emprit, banjur tak kandang ben unggal dina bisa dekat. Padahal sebenere emprit kwe mau malah menderita mbok? Nek cinta, kudune kwe manuke tak lepas ben menikmati hidupnya dengan bebas.
Tapi mbuh nek cinta nang pandangane anak2 Emo Super Gaul Sok Romantis, mungkin makna cinta bagi mereka kwe: Bunuh diri nek cintane kandas nang tengan ndalan, utawa nyeset’i tangan karo silet yen lagi kangenan.
Hahahaha…
Gung, cinta kwe: kosong tapi berisi, cok kotor tapi kwe murni, rada terkekang padahal kudune bebas, jauh tapi dekat, dsb.
Sori kye, bahasane wong edan!